ads
ads
ads

Pemkot Makassar Rencana anggarkan Rp. 60 Miliar Untuk 20 Unit Truk Sampah

ads

Tjiniki.com,- Dalam penanganan sampah Pemerintah Kota Makassar berencana gelontorkan anggaran Rp. 60 miliar untuk dialokasikan penyediaan 20 unit mobil truk sampah.

Haidil Adha menjelaskan  bahwa pengadaan mobil sampah ini termasuk dalam usulan anggaran APBD-P 2020, untuk 20 Unit mobil sampah yang masuk dalam usulan tersebut dengan kisaran anggaran Rp. 60 miliar.

“Harga per satuannya itu Rp. 3 miliar. Jadi, rencananya ada 20 unit mobil sampah yang akan kita beli tahun ini” Ucap haidil selaku kepala Bagian Perlengkapan Sekertariatan Kota Makassar, selasa (29/9/2020) kemarin.

Baca Juga : KAM Desak Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Korupsi Di Tubuh Dinkes Takalar

Menurutnya, ada perbedaan spesifikasi pada mobil sampah terbaru ini dengan lima unit truk sampah compactor yang dimiliki sekarang. Hanya saja belum bisa diutarakan secara mendetail perbedaan mobil sampah terbaru ini.

“Anggarannya cukup besar, jadi lebih modern lagi yang diinginkan pak wali. Saya juga belum tahu bagaimana spesifikasinya” pintanya

Lebih lanjut ia mengatakan Mobil sampah ini nantinya akan dibagikan ke beberapa Kecamatan, termasuk kecamatan percontohan sebelumya telah dapat truck sampah compactor. Namun, hingga saat ini masih menunggu pengesahan APBD-P, jika disetujui.

Baca Juga : Sukses Laksanakan Musrenbang Pemuda Pertama Di Bantaeng, Kades Bonto Jai Menuai Pujian

“Nanti kita lihat bagaimana kebutuhannya, baru kita kasih lagi. Yang jelas semua kecamatan dapat” lanjut Haidil.

Ansar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemkot Makassar membenarkan penganggaran pengadaan truk compactor dengan harga Rp. 3 miliar per satu unit, sehingga total anggaran untuk 20 Unit sebesar Rp. 60 miliar.

Pengadaan ini diakui sebagai peningkatan spesifikasi yang lebih tinggi dari yang truk compasctor tersedia sebelumya.

“Setahu saya truk yang lima unit itu adalah rakitan. Sementara yang mau dibeli ini adalah produk luar negeri. Teknologinya juga lebih baik dibanding yang ada sekarang” ujarnya.

Baca Juga : Pj Walikota Rudy Dukung Pembebasan Lahan Akses Jalan Tol Makassar New Port

Truk yang tersedia saat ini mengunakan sistem press otomatis dan tidak bisa melakukan pendeteksi keberadaan orang. Sehingga Ketika mesin dalam proses penekanan sampah di dalam bak dinilai berbahaya ungkap sekertaris Kota Makassar tersebut.

“Kalau yang mau dibeli ini, kalau ada yang menyangkut dia langsung kembali. Tidak terus menekan sampah. Jadi kalau ada sesuatu di dalam semua langsung di press. Itu bahaya” tutupnya.

ads

Komentar