ads
ads
ads

Klaim Aliansi Dokter Dunia Soal Covid-19 Penuh Kebohongan, Begini Tanggapan WHO

ads

tjiniki.com,- Sejumlah orang yang mengkalim dirinya sebagai kumpulan dokter, ahli, peneliti dan ilmuwan, kini tengah menjadi perbicangan public, lantaran videonya yang menyatakan Covid-9 sebagai rekayasa dan penuh kebohongan.

Video yang berdurasi 9 menit tersebut. Beredara luas di media social baik  wahtssap maupun berbagai laman Media social lanya, mereka menyatakan dirinya sebagai Aliansi Dokter dunia yang dinaungi oleh ACU2020.org, merka yang berasal dari beberapa Negara seperti  Jerman, Irlandia, Belanda, Swedia dan Unit Kinggdom yaitu Inggris.

Dari hasil penyelidikan mereka tidak seperti apa yang disampaiakan oleh politisi dan media. justru Virus corona SARS-CoV-2 merupakan virus Biasa dan tidak ada Pandemi Covid-19.

Lebih jauh mereka menganjurkan bahwa lockdown yang dilakukan diseluruh dunia dalam rangkah pencegahan penyebaran covid-19 segera harus diahentikan.

Mereka juga menuntut agar kondisi normal baru dan kembali ke normal yang lama tidak digunakan lagi. Tidak ada lagi penggunaan masker, jaga jarak, dan wajib cuci tangan.

“Kami semua mengatakan peristiwa Covid-19 ini tidaklah benar,” ungkap salah satu mengaku dokter medis dari Jerman.

Berbeda dengan itu,setelah ditetapkan oleh Word Healt Organisation (WHO) sebuah organisasi kesehatan dunia pada maret lalu bahwa status Covid-19 sebagai pandemi. Yang juga mengkonfirmasi tentang penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung.

Dilansir dari Turn Back Hoaks  melalui Reuters mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah virus Covid-19 kini kehilangan potensi penyebarannya. Beberapa ilmuwan lain juga menyatakan wabah ini masih mematikan seperti awal penyebarannya.

“Tidak ada data menunjukkan virus corona berubah secara signifikan, baik dalam bentuk transmisi atau dalam tingkat keparahan penyakit seperti yang dikatakannya,” kata Ahli Epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove.

Lebih lanjut Maria van  juga menjelaskan dalam hal kepunahan dan kepreahan tak ada perubahan

“Dalam hal penularan, tidak berubah, dalam hal keparahan, juga tidak ada berubah,” lanjut Van Kerkhove kepada wartawan.

kemudian, terkait pernyataan De Klerk yang mengatakan Covid-19  merupakan virus flu biasa, WHO menyatakan Covid-19 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada influenza musiman.

“Banyak orang di seluruh dunia telah membangun kekebalan terhadap jenis flu musiman, Covid-19 adalah virus baru yang tidak memiliki kekebalan,” ungkapnya.

Hal ini berarti semakin banyak orang yang rentan terhadap infeksi, dan beberapa akan menderita penyakit parah.

Kemudian menurut data yang diterima secara global, sekitar 3,4% dari kasus Covid-19 yang dilaporkan telah meninggal. Sebagai perbandingan, flu musiman umumnya membunuh jauh lebih sedikit dari 1% orang yang terinfeksi.

Dengan demikan dapat dikatakan bahwa video yang beredar luas dimedia sosial tersebut merupakan Narasi hoaks dan muatan konten yang menyesatkan.

Penulis : Hamidun

ads

Komentar